Budaya dan Sastra

Lelaki dari Masa Lalu

Oleh : R'Ainy Yusuf Aku memeriksa kembali dekorasi ruang pertemuan yang diatur dengan suasana formal. Sebentar lag…

Rindy, Jangan Pergi (III)

Oleh : WAI Nasution “Oalah...., Rindy...Rindy...” “Ya..sudah gi makan sana, sudah mbak siapkan tu” kata Ningsih sam…

NDUT (II)

WAI Nasution Bergegas Yuni berlalu dari hadapan emaknya sambil berlari-lari kecil disusurinya jalan yang sedikit lici…

Malam Purnama di Kampung Tua (IV)

Karya : Wai Nasution Angin malam berembus membawa aroma aneh—perpaduan antara tanah basah, melati busuk, dan sesuatu …

Rindy Jangan Pergi (II)

Oleh : WAI Nasution  Dia mengambil HP yang berada di atas bak mandi. Baru dia ingat sebelum tidur malam itu Rangga mene…

NDUT

Oleh : WAI  Nasution     “Nduuttttt...banguuuuuuuunnnnn,” teriak emaknya dengan   suara super keras sambil me…

RINDY JANGAN PERGI

Oleh : WAI  Nasution   Cuaca mendung yang mengitari wajah Kotapinang pagi itu membuat Rindy enggan beranjak dar…

Malam Purnama di Kampung Tua (III)

Karya : WAI Nasution Tiba-tiba, Pak Dullah berbicara tanpa mengubah posisi kepalanya yang menghadap lurus ke depan. …