"Satu Tamparan Ibu" (Selesai)
Karya : Wai Nasution Riyan tertunduk lesu. Hatinya hancur mendapati kenyataan bahwa wanita yang ia perjuangkan habis-…
Karya : Wai Nasution Riyan tertunduk lesu. Hatinya hancur mendapati kenyataan bahwa wanita yang ia perjuangkan habis-…
Oleh : Wai Nasution Rudi menarik napas panjang, seolah membuang beban yang selama ini menyesakkan dadanya. "Yan, …
Oleh : Ades Iskandar Nasution Kesultanan Kotapinang Penjaga Marwah yang Relevan Dalam upaya pemajuan budaya, ki…
Penulis : Wai Nasution "Saya harus pergi, Bu. Ada janji yang menyangkut masa depan saya," sahut Riyan dengan…
Penulis : Wai Nasution Setelah pesanan datang, obrolan mereka mengalir kembali ke masa-masa seragam putih-biru yang pe…
Karya : Wai Nasution Langit sore itu seperti tumpahan tinta; mendung pekat yang menelan habis sisa-sisa sin…
Oleh : A des Iskandar Nasution Masyarakat Melayu dahulu sangat mengedepankan Adab . Hal ini terlihat dalam bentuk sas…
Penulis : Wai Nasution "I-iii... ya... Pak," lidah Bayu kelu, suaranya pecah menjadi serpihan kecil yang te…
Penulis : Rosmainy Secercah kilat meretakkan gulita langit malam. Sementara rintik-rintik hujan bagai ribuan jar…